Dari awal kita menginjak bangku pendidikan, entah itu TK ataupun SD, kita selalu dituntut untuk mengejar prestasi. Kita selalu ingin (atau dituntut?) untuk mendapat peringkat 1, kita ingin menang lomba ini, lomba itu, kegiatan itu, dan kegiatan ini. Ya, mungkin ketika kita masih kecil tujuan kita ga jauh dari hanya untuk buat orang tua senang, lalu meminta beliin sesuatu kepada mereka…

Namun ketika meranjak remaja, tujuan kita meraih prestasi semakin luas, tidak hanya untuk membahagiakan orang tua, disamping itu tujuan kita kadang hanya untuk di akui oleh orang sekitar bahwa kita pintar dan bisa, atau bahasa kasarnya untuk cari perhatian. Dan yang lucunya lagi untuk mencuri perhatian dari gebetan kita saat sekolah.

Saat meranjak dewasa, semakin luas lagi tujuan kita, yang awalnya cuma cari perhatian, sekarang udah bercabang lagi. Masuk universitas, dapat beasiswa, dan dapet kerja. Bahkan, ketika kita dewasa, kita sadar bahwa tidak ada yang benar-benar memperhatikan kita sejak kecil sampai remaja, kecuali orang tua.

Jadi, kalau bisa gw simpulkan:

  • Kecil -> Bikin orang tua senang, lalu minta beliin sesuatu.
  • Remaja -> Cari perhatian orang sekitar (teman sekolah, guru, gebetan dsb) supaya diakui, terkenal dan populer.
  • Dewasa -> Tahap ini, kita lebih mementingkan diri sendiri, bodo amat dengan orang sekitar yang penting kita sukses.

Semua simpulan gw diatas adalah menurut pandangan gw dan ga selalu valid juga, tapi gw yakin kebanyakan emang begitu. Sebenarnya tulisan ini juga uneg-uneg dari pikiran gw sejak lama. Jadi, apakah prestasi itu bermanfaat?

Disini mungkin kita bisa jawab: Ya, untuk diri kita sendiri. Kalau dilihat 3 poin simpulan gw diatas, disitu bisa kita bilang bermanfaat untuk diri sendiri. Namun tidak untuk orang lain.

Lantas kalau begitu, bagaimana dengan prestasi orang yang sudah berkontribusi kepada masyarakat? Bukankah itu bermanfaat juga buat orang lain?

Oke, misal kita asumsikan ada seseorang yang telah mengabdi kepada masyarakat dengan membuat sesuatu yang bisa digunakan dan bermanfaat buat masyarakat, lalu dia dapat prestasi. Yang bermanfaat buat orang lain itu prestasi-nya atau kontribusi-nya?

Dengan lantang, saya menjawab: “Jelas Kontribusi-nya lah”.

Ya mau gimana lagi, ga bisa protes, emang begitu ketentuannya. Prestasi kita sebenarnya tidaklah bermanfaat buat orang lain, prestasi kita tidak ada impactnya buat orang lain. Kita mengikuti kegiatan ini dan itu untuk mengejar sertifikat, kita mengikuti lomba ini dan itu untuk mengejar piagam penghargaan, dan lebih parahnya lagi ada orang yang tahan berbuat kebodohan untuk mendapat perhatian publik.


Semua yang gw sebutin diatas tak lain adalah Prestasi. Ya, emang semua orang berhak bahagia atas pencapaiannya, dan lagi prestasi hanyalah tak lebih dari penghargaan buat diri sendiri. Jadi, ga ada salahnya kamu mengejar prestasi. Namun, pastikan kalau kontribusimu juga bermanfaat buat orang lain, ya!

Menyukai Tulisan ini?

Blog ini tidak seperti blog pada umumnya.
Tidak ada iklan, tidak click-bait, fast load dan dibuat senyaman mungkin untuk dibaca. Artinya tulisan ini didanai oleh pembaca seperti kamu. Iya, kamu.
Jika kamu merasa tulisan ini bermanfaat dan ada feeling untuk mendukung penulis, kamu bisa mendukung dengan cara mengklik salah satu tombol dibawah ini.

Jika tidak mendapatkan dukungan?
Sederhana, berarti tulisan-tulisan disini masih kurang bermanfaat buat kamu, karena kamu belum atau tidak(?) mendapatkan dan merasakan manfaatnya setelah membaca tulisan-tulisan yang ada disini.

Share

Loading Comments..