Sesuai janji, seri higher-order function di JavaScript bakal ada kelanjutannya. Kali ini kita bakal coba mengutik find(), findIndex(), dan sort(). Sebelumnya mohon maaf, aku agak lama update, dikarenakan satu atau hal lainnya yang tidak perlu dijelaskan, intinya kurang sempat aja dah haha πŸ˜†. Udah gausah basa-basi, ga penting juga… Sekarang kita langsung masuk aja.

Note: Yang belum baca part 1 nya, silahkan baca dulu disini.


Array.find()

Method find() ini berfungsi untuk mencari sebuah nilai dalam suatu array. Nah disini ada perbedaan antara find() dan filter(). Jika kita sebelumnya menggunakan filter, program akan melakukan proses pencarian sampai index array yang terakhir. Jadi, filter ini akan mengumpulkan nilai-nilai yang didapat menjadi sebuah array baru. Sedangkan kalau kita menggunakan find, artinya proses pencarian akan stop ketika program sudah mendapatkan satu nilai saja. Masih bingung? intinya jika kalian familiar dengan SQL, anggap saja ketika kita menggunakan method find , kita menambahkan query LIMIT 1, nah kalau filter berarti tanpa limit.

Untuk penggunaan find() sebenarnya sama persis seperti filter(), parameternya adalah sebuah fungsi callback yang memiliki argumen value dan index. Untuk melihat perbedaan find dan filter mari kita coba kasus berikut:

const students = [
  {
    id: 1,
    name: 'Sutan',
    major: 'Computer Engineering'
  },
  {
    id: 2,
    name: 'Rina',
    major: 'Computer Engineering'
  },
  {
    id: 3,
    name: 'Alexander',
    major: 'Management'
  },
  {
    id: 4,
    name: 'Alexandra',
    major: 'Accounting'
  }
]

const filtering = students.filter(student =>
  student.name.toLowerCase().includes('alex')
)

const finding = students.find(student =>
  student.name.toLowerCase().includes('alex')
)

console.log(filtering)
console.log(finding)

Hasil filter: ...

Hasil find: ...

Dari contoh diatas, filter() menghasilkan array of object yang baru yaitu Alexander dan Alexandra, Sedangkan find() hanya menghasilkan satu object yaitu Alexander. Kenapa bisa begitu? Padahal kondisi yang kita set keduanya sama-sama mencari nilai dengan nama yang mengandung kata β€˜alex’. Nah ini terjadi karena find() memberhentikan proses pencariannya ketika sudah mendapatkan satu nilai yang dicari, sedangkan filter() akan terus menjalankan proses pencariannya sampai array terakhir walaupun sudah mendapatkan nilai yang dicari. So, biasanya find ini lebih sering digunakan untuk mencari single-data dengan parameter yang unik, seperti id, email, username dsb, Sedangkan filter digunakan untuk mencari multi-data dengan parameter yang non-unik.

Contoh kasus yang lain, anggaplah kita ingin mengecek apakah produk ada di whitelist, kita asumsikan mempunyai data whitelist sebagai berikut:

const whiteList = [
  {
    id: 1,
    name: 'Sepatu'
  },
  {
    id: 2,
    name: 'Sandal'
  },
  {
    id: 3,
    name: 'Indomie'
  },
  {
    id: 4,
    name: 'Telor Bebek'
  },
  {
    id: 5,
    name: 'Aqua'
  }
]

const isInWhiteList = productId => whiteList.find(item => item.id === productId)

console.log(isInWhiteList(5))
console.log(isInWhiteList(9))

Hasil pertama: ...

Hasil kedua: ...

Dilihat dari contoh tersebut, diketahui produk dengan id 9 tidak ada di whitelist. Dari hasilnya bisa kita simpulkan bahwa ketika find() tidak dapat menemukan hasil pencariannya, maka dia akan me-return undefined. Nah, jadi ini sangat berguna untuk dimasukkan kedalam if-else statement guna untuk mengecek data yang dicari tersedia atau tidak.


Array.findIndex()

findIndex() ini sama saja seperti find(), namun perbedaannya ada di return nilainya, kalau kita menggunakan find maka yang di-return adalah nilai atau value-nya, sedangkan findIndex yang di-return adalah index-nya. Untuk melihat perbedaannya lebih jelas, kita coba saja contoh seperti ini dengan data whitelist seperti di atas:

const find = whiteList.find(item => item.id === 4)
const findIndex = whiteList.findIndex(item => item.id === 4)

console.log(find)
console.log(findIndex)

Hasil find: ...

Hasil findIndex: ...

Bisa kita lihat hasilnya diatas, find() menghasilkan sebuah object, sedangkan findIndex hanya menghasilkan angka yaitu index dari data tersebut. Eh, kenapa hasilnya kok 3 ya? Padahal kan data ke-4? Ingat ya, array dimulai dari 0 😠.


Array.sort()

Nah, kita masuk ke sort(). sort adalah salah satu higher-order function di JavaScript yang berfungsi untuk mengurutkan suatu array. Parameternya adalah fungsi callback comparer yang memiliki argumen nilai yang akan di-compare, biasanya variable nilai yang di-compare itu dinamakan a dan b. sort() ini hanya bisa mengurutkan string A-Z jika tidak ada parameter callback yang dimasukan. Lihat contoh dibawah ini:

let fruits = ['Mango', 'Apple', 'Banana', 'Orange', 'Grape']
fruits = fruits.sort()

console.log(fruits)

Hasil urut: ...

Hasil diatas sudah benar, hasilnya adalah nama buah yang sudah diurutkan dari A-Z. Nah, bagaimana dengan angka? Apakah kita bisa mengurutkannya dari angka yang terkecil sampai ke yang terbesar? Mari kita coba lagi.

let amounts = [1000, 100, 200, 10000, 6000, 800, 200000]
amounts = amounts.sort()

console.log(amounts)

Hasil urut: ...

β€œLoh loh, kok hasilnya gitu? yang duluan malah 1000 dan 10000 daripada 200 πŸ˜•β€. Yah emang gitu, karena sort() default-nya hanya mengurutkan nilai string jika tidak ada parameter callback comparer-nya. Jadi, dia otomatis meng-convert angka-angka tersebut menjadi string terlebih dahulu sebelum diurutkan. Ya jelas hasil urutnya jadi begitu, karena kalau didalam string, 100000000 aja lebih kecil daripada 2 πŸ˜†.

Coba kita tes seperti ini:

amounts = amounts.sort((a, b) => a > b ? 1 : -1)

console.log(amounts)

Hasil urut: ...

β€œWah iya hasilnya bener sesuai urutan angka yang terkecil sampai ke yang terbesar. Tapi coba, apaan itu maksudnya? ga jelas banget πŸ˜•β€. Okay, mari kita bongkar, sebenernya didalem dia ngapain aja, wkwkw.

amounts = amounts.sort((a, b) => {
  console.log(`Log: a(${a}) > b(${b}) ? ${a > b ? 1 : -1}`)
  return a > b ? 1 : -1
})

console.log('Hasil urut:', amounts)

Sebelum diurut: [1000,100,200,10000,6000,200000]

...

Hasil urut: ...

Untuk penjelasan singkatnya, anggap aja a dan b itu adalah nilai yang akan dibandingkan. Jika hasil return-nya 1, berarti kita menaruh nilai a dikanan setelah b. Sebaliknya jika hasil return-nya -1, berarti kita menaruh nilai a dikiri sebelum b. Dan… seperti itulah hasil urutan yang sebenarnya, bukan kayak yang kita coba tadi 1000 < 200 😠.


Penutup

Nah, keuntungan yang kita dapat dengan menggunakan higher-order function ini kita tidak perlu lagi pusing-pusing untuk mikirin algoritmanya, kita juga tidak perlu menggunakan looping lagi ketika berurusan dengan array. Kita hanya butuh menaruh kondisi-kondisi yang mau kita return. Selebihnya, biarkan JavaScript yang bekerja πŸ˜†. Tapi walaupun seperti itu, setidaknya kita harus tahu sedikit apa yang sebenarnya terjadi di dalam prosesnya, supaya kita tahu apa yang harus kita return.

Contohnya saja untuk sorting, sebenarnya algoritma sorting banyak, mulai dari bubble, quick, insertion, selection dsb. Dan btw, aku tidak menjamin dengan menggunakan higher-order function ini kita mendapatkan best performance, tapi setidaknya daripada pake algoritma sendiri juga lebih lambat, lebih baik pake higher-order function deh, wkwkw. Yang kita lihat disini juga bukan tingkat performanya, melainkan tingkat praktisnya atau biasa disebut best practice. Bisa dilihat, kode yang kita tulis dari awal sampai akhir tadi tidak ada yang panjang dan bertele-tele, semuanya singkat serta mudah dibaca dan dijelaskan.


JavaScript itu termasuk salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang menganut paham functional (simple, practical and cool), beda dengan kakaknya Java yang menganut paham object oriented (strict, strong and tough). Eh btw, JavaScript dan Java gada hubungan kalee hahaha. Dan sebagai anak functional, kita harus paham dan menguasai higher-order function dong, percuma ngaku anak functional tapi ketika berurusan dengan array aja masih pake looping, hahaha πŸ˜†πŸ˜†.

Oke sip, udah mungkin sampai sini aja. Semoga apa yang aku tulis disini bisa bermanfaat buat temen-temen yang membaca. Sekian dariku, sampai jumpa lagi. Jangan lupa share ya 😊

Share