Sebelum masuk ke pandangan gw terhadap IRI, gw pingin bercerita dan bersenda gurau dulu sedikit. Jadi gini, gw yakin disini pada menggunakan Instagram, dan mungkin ada beberapa yang menggunakan Twitter juga. Ya, kedua sosmed itu gw berani bilang adalah tempat show-off atau pamer.

Kalo dari prespektif yang gw lihat, ada beberapa behavior dan culture klasik terkait Instagram VS Twitter. Instagram tempatnya pamer kekayaan, pekerjaan, travelling, dan hal woah lainnya. But, Twitter malah sebaliknya, pamer kemiskinan, pengangguran, kemalasan, dan hal receh lainnya. Berlawanan banget emang.

So, terbentuklah perbedaan karakteristik dari pengguna dua sosmed tersebut, yaitu:

Pengguna instagram lebih serius, baperan dan songong. Sedangkan pengguna twitter lebih receh, gabut dan ga jelas. Hahaha, section ini for fun aja ya.

Dan gw kalo liat feed orang-orang instagram awalnya kagum, tapi lama-kelamaan jadi iri. Ketika liat feed orang-orang twitter juga awalnya lucu, tapi lama-kelamaan jadi ilfeel. Satu hal yang gw ga habis pikir dari orang-orang twitter, yaitu bangga-banggain Ghibah. Apaan sih? Ga penting banget, ghibah kok malah bangga gitu. Dosa yang lain juga kok malah seneng dipamerin kalo di twitter. Kan gw jadi pengen ikut lucu hahaha.

Itu adalah awal mula yang membuat gw ilfeel sama behavior pengguna twitter, recehnya sereceh-receh banget. Dan ketika itulah gw menarik kesimpulan ga ada behavior bagus yang didapat ketika menggunakan sosmed. Tapi kok bisa jadi kebiasaan main sosmed juga ya? Oke, mari kita mulai…


Gw sebenernya tipe orang yang gampang iri, tapi untungnya gw sadar diri. Maka dari itu gw ga ngikutin akun-akun artis di instagram, demi ketenangan dalam kehidupan gw. Alih-alih khawatir mencari cara bagaimana seperti mereka, lebih baik bekerja keras agar bisa menjadi pribadi yang kita inginkan.

Gw sadar instagram bukanlah tempat gw nyari duit, walaupun banyak orang yang bisa dapet duit dari sana. Gw menggunakan instagram just for fun. Tempat membangun portfolio gw pun sebenarnya bukan dari instagram. But, waktu itu gw berfikir kalo gw bisa menghabiskan waktu lama-lama untuk main instagram dan mendapatkan rasa iri ketika melihat orang pamer apa yang dimilikinya, kenapa gw ga bisa melakukan hal yang sama ya? Tapi apa yang mau gw pamerin coba.

But, satu hal yang mau gw kasih tau. Sebenernya motivasi gw membuat website ini dan mulai menulis blog pun salah satunya karena faktor IRI tersebut.

Woah gila, website si A keren, portfolionya banyak lagi…

Anjir, mantap banget si B, bisa menyalurkan pengetahuannya lewat blog…

Wah dia pinter buat dokumentasi, tulisannya keren lagi…

Anjir github statsnya ijo semua, contribute apa aja tuh…

Iri dah liat si C, orang ini bikin project terus…

Dari situlah muncul keinginan gw untuk seperti mereka, tapi gw harus bisa membatasi diri, kira-kira mana yg bisa gw lakuin dan mana yg ga bisa gw lakuin. Karena kalo gw pingin seperti mereka sedangkan gw ga bisa membatasi diri, yang susah gw sendiri; Susah untuk menjadi orang lain.

Karena awalnya gw selalu iri dan ilfeel melihat feed-feed orang disosmed itu-itu aja. Kali ini ada satu titik yang berbeda, ada satu sosmed yang ketika melihat feed-feednya, gw malah termotivasi untuk menjadi seperti mereka juga, serta mengubah sudut pandang gw mengenai kata pamer tersebut. Apa sosmednya? Yaitu GitHub.

Yap, sosmed yang satu ini berbeda. Mungkin gw bisa menyebutnya tempat pamer juga. Tapi yang dipamerin adalah kontribusi, karya, proyek dan produktifitas. Tapi produktifitas yg gw maksud bukan cuma pekerjaaan doang, melainkan hobi. Dan iri yang dihasilkan ketika gw main github pun terasa berbeda.

Dan ketika gw liat feed-feed di github: “anjay ni orang pada produktif bener”. Gw pengen berada dibarisan mereka ah. Dan di Github itu, sekaligus gw bisa membangun portfolio pribadi juga.

Ketika ingin mencari inspirasi pun, ada kolom Explore dan Trending. My first impression looks like:

I should focus on, this! Here is my passion. Stop worrying about what others share via photos and story, instead talk is cheap, show me your action!.

Gw jadi iri sama orang-orang yang banyak berkontribusi, khususnya yang lewat di feed/timeline gw. Gw ingin berada dibarisan mereka juga, syukur-syukur bisa membuat orang iri juga, lalu tergerak untuk mengikuti keirian di jalur ini, hahaha.

Tapi, ada beberapa hal yang selalu menjadi pertanyaan gw ketika melihat kontribusi dan proyek-proyek yang mereka buat.

Dia belajar dari kapan sih, Kok bisa produktif banget gitu…

Berapa lama sih dia bikinnya…

Dia belajarnya kayak mana sih, bisa dapet pengetahuan sebanyak itu…

Apa dia keluar duit juga ya buat belajar, berapa sih…

Apakah sebanding ya sama gw…


Nah, lalu muncul lah inisiatif gw untuk membangun dan menulis blog di website ini. Bukan disini aja, di instagram pun gw mencoba untuk membentuk lingkungan perkodean di akun gw dengan cara mem-following mereka yang aktif dan produktif di dunia perkodean, dengan begitu gw dapet insight dan inspirasi baru terhadap karya-karya yang mereka share. Ga lupa gw juga mempamerkan hasil karya dan aktifitas gw. Serta membagikan pengetahuan dan sedikit lelucon tentang dunia perkodean ke followers gw dengan tujuan untuk melampiaskan kebanggaan diri sendiri serta memberi insight baru juga terhadap mereka yang melihat.

Dan benar aja, sekarang akun instagram gw penuh dengan DM-an sama mereka yang ingin bertanya, gw seneng membantu mereka dengan jawaban yang gw tahu. Dan kadang jg gw nanya balik apa yg gw gatau. Jadi intinya saling sharing gitu. Karena apa bisa gitu? Ya karena gw membentuk behavior yang berbeda pada akun instagram gw dengan bidang yang gw sendiri suka.

Tapi semenjak itu gw sadar, sebenernya yang salah itu bukan mereka yang pamer, tapi gw yang terlalu net-think terhadap feed-feed mereka di sosmed. Dan gw mulai mengubah sudut pandang terhadap kata pamer pada sosmed tersebut. Sekarang pandangan gw terhadap sosmed adalah tempat orang mengekspresi & mengapresiasi kan bagaimana kehidupannya, ya sebagian ada untuk lucu-lucuan juga.

Kali ini, ketika gw melihat orang yang pamer kekayaan dan pekerjaan mereka (pamer yang bukan sejalur sama gw). Gw mulai berfikir: Gw gatau berapa waktu yang mereka habiskan, berapa duit yang mereka keluarkan dan seberapa perjuangan yang mereka korbankan untuk mendapatkan hal itu.

I don’t really know about others background.

Ya, berarti ada kebanggaan pada diri mereka setelah mencapai itu, makanya mereka pamer. Dan sebenarnya tugas kita yang melihat adalah mengapresiasi, bukan malah julid. Ya, gw tau rasa iri itu pasti ada, But c’mon, let them live. Setidaknya behavior kita terhadap mereka berubah, dari peng-julid menjadi peng-apresiasi.

Daripada keirian ini mengotori pikiran kita terhadap mereka, mending kita jadikan keirian ini untuk mengapresiasi mereka, ya walaupun dalem hati juga. Atau yang lebih bagus lagi, menjadikan keirian ini sebagai motivasi! Belajar mengapresiasi orang, kita juga akan diapresiasi orang.

Dan benar, ketika melihat orang pamer karya, produktifitas dan kontribusi (pamer yang sejalur sama gw). Gw sangat mendapatkan insight baru dan motivasi untuk lebih maju dibidang yang gw gelutin ini.


Dan sekarang, gw ada target untuk kontribusi ke komunitas tiap weekend, tapi kadang tersendat karena ga sempat dan mood-mood an juga. Biar ngerasa Work-life Balance gitu, dan karena gue belum dapet hobi selain didepan layar, jadi gue nikmati dulu hobi ini. Oke, mari kita mulai. Bikin apa, ya? Fix apa, ya? Kontribusi apa, ya? Jawabannya ada di diri kita sendiri. Tidak dapat cari inspirasi? Cari guee, Hahahaha.

Ya cari inspirasi lah, di sosmed yang gw sebutin tadi misalnya.

Menyukai Tulisan ini?

Blog ini tidak seperti blog pada umumnya.
Tidak ada iklan, tidak click-bait, fast load dan dibuat senyaman mungkin untuk dibaca. Artinya tulisan ini didanai oleh pembaca seperti kamu. Iya, kamu.
Jika kamu merasa tulisan ini bermanfaat dan ada feeling untuk mendukung penulis, kamu bisa mendukung dengan cara mengklik salah satu tombol dibawah ini.

Jika tidak mendapatkan dukungan?
Sederhana, berarti tulisan-tulisan disini masih kurang bermanfaat buat kamu, karena kamu belum atau tidak(?) mendapatkan dan merasakan manfaatnya setelah membaca tulisan-tulisan yang ada disini.

Share

Loading Comments..